Jan 31, 2018

Tips Memotret Gerhana Bulan Super Moon Dengan SmartPhone

Tips Memotret Gerhana Bulan

Gerhana Bulan akan kembali terlihat dari Bumi pada Rabu (31/1/2018). Berbeda dari Gerhana Bulan sebelumnya, peristiwa kali ini akan menjadi peristiwa yang spesial.

Alasannya, Gerhana Bulan ini merupakan tiga fase Bulan yang berbeda-beda. Esok hari, akan ada tiga fenomena Gerhana Bulan yang terjadi bersamaan, mulai dari Blue Moon, Blood Moon, hingga Supermoon.

NASA menyebut fenomena ini dengan julukan "Super Blue Blood Moon". Ketiganya akan bergabung dalam satu peristiwa paling langka yang tidak pernah terjadi dalam kurun waktu 150 tahun terakhir.

Mengingat peristiwa gerhana terbilang langka, tak ada salahnya untuk mengabadikan peristiwa tersebut. Salah satunya cara untuk mengabadikan peristiwa itu adalah melalui kamera smartphone.

Lantas, seperti apa caranya? Berikut ada beberapa caranya, seperti dihimpun dari beragam sumber, Selasa (30/1/2018).
  1. Cari lokasi yang menarik dan tepat. Selain itu, pastikan kamu dapat melihat Bulan dengan lokasi yang cukup jelas.
  2. Mengingat kemampuan kamera smartphone terbatas, sebaiknya kamu tak mengambil gambar Bulan secara utuh. Kamu dapat mengambil gambar panorama dengan memanfaatkan lingkungan sekitar.
  3. Pastikan mengambil gambar secara stabil. Jika dirasa sulit, kamu dapat memanfaatkan tripod untuk melakukan pengambilan gambar.
  4. Sebagai tambahan, kamu sebaiknya tak mengambil gambar secara zoom in dan manfaatkan fitur HDR.
  5. Apabila dirasa kurang puas, kamu dapat mengambil gambar beberapa kali sebelum Gerhana Bulan berakhir. 
Menurut informasi  Selasa (30/1/2018), Gerhana Bulan spesial ini akan mulai berlangsung pada 17.49 WIB dan memasuki fase Gerhana Total pada 19.51 WIB.

Supermoon, Blue Moon, dan Blood Moon

Supermoon adalah fenomena di mana Bulan akan lebih terang 30 persen dan 14 persen lebih besar dari biasanya. Bahkan, penduduk di wilayah Asia akan melihatnya menutupi lintasan bintang Aldebaran sebelum purnama. Sementara, Blue Moon merupakan fenomena di mana Bulan tampak kebiru-biruan. Peristiwa Blue Moonterakhir terjadi pada Juli 2015 dan yang berikutnya akan berlangsung pada tahun ini. Setelah itu, Blue Moon akan muncul kembali dalam kurun waktu 19 tahun lagi.

Blood Moon sendiri terjadi saat Bumi melewati antara Bulan dan Matahari. Akibatnya, Bulan memiliki warna kemerahan jika dilihat dari Bumi. Sebabnya, karena cahaya yang dipantulkan dari Bumi dan Matahari menciptakan warna mirip seperti darah.

Tips Selanjutnya yang tidak kalah dan terbukti hasilnya Ini beberapa saran untuk mengabadikan gambar gerhana bulan dengan kamera smartphone lebih baik.


1. Jika memungkinkan, pilih lokasi yang tinggi, yang cukup gelap. Lokasi yang tinggi biasanya lebih tidak banyak halangan, lebih tidak polusi, dan lokasi yang cukup gelap memungkinkan kita mengambil foto yang lebih fokus pada bulan, karena cahaya sekitar yang terang bisa mempengaruhi hasil foto.

2. Kamera smartphone sekarang banyak yang sudah dilengkapi dengan mode manual (pro), dimana kita bisa mengatur besaran ISO, EV, lama bukaan, AWB, dan lain sebagainya. Gunakan mode ini , dengan setingan utama gunakan ISO sekecil mungkin supaya gambar malam hari tidak banyak noise, kecilkan juga EV, dan kompensasikan dengan bukaan lensa yang lebih lama, untuk kamera smartphone bisa mengambil kontur alam sekitar dengan cukup baik dan bulan tidak over bright. Silahkan coba mengambil foto dengan shutter speed yang ber-variasi untuk mendapatkan lama bukaan yang paling pas, dan tentu saja jangan gunakan lampu flash.

Pada foto mode manual ini, set jarak fokus kamera dengan manual focus ke infinity, dan atur komposisi dengan baik. Bulan tidak perlu selalu harus di tengah, komposisi rule of third bisa digunakan.

Untuk memudahkannya, pada kamera smartphone bisa ditampilkan garis grid, untuk membantu komposisi. Komposisi yang baik ini yang memungkinkan foto gerhana bulan dari smartphone kita layak untuk dipamerkan di media sosial.

Untuk mereka yang tidak memiliki pro atau manual mode pada smartphone-nya, bisa mencoba beberapa aplikasi baik di playstore maupun appstore, seperti manual camera, FV-5, dan lain sebagainya.

Beberapa kamera smartphone juga support mengambil gambar dalam mode RAW, atau gambar yang tidak ter-kompres sehingga data gambarnya masih komplit apa adanya. Mereka yang menguasai editing foto bisa mencoba mode ini untuk editing yang lebih maksimal.

3. Kecuali kamera kita memiliki pembesaran optikal, jangan men-zoom digital gambar untuk mengambil foto. Zoom digital akan terlihat kasar, dan sebenarnya sama saja dengan nanti saat foto sudah kita ambil bisa di-crop. Untuk detail yang tetap baik saat di-crop, selalu gunakan megapixel maksimum dari kamera.

Jangan gunakan filter digital saat mengambil foto bulan, lebih baik editing seperti perubahan profil warna, penambahan atribut, dan lain sebagainya, dilakukan belakangan.

4. Gunakan tripod, baik tripod besar atau mini, atau sandarkan kamera smartphone pada benda yang diam, seperti tembok, batu, atau pagar. Foto malam hari mudah sekali menjadi blur, apalagi jika kita menggunakan shutter speed yang lebih lama, jadi kamera smartphone betul-betul harus diam. 

Jangan lupa, bersihkan juga lensa kamera, untuk mendapatkan gambar yang benar-benar fokus, dan gunakan timer misal 2-5 detik pada settingan kamera, agar foto baru diambil setelah beberapa detik kita menekan tombol rana, agar gambar benar-benar diam, tidak terguncang jari kita.

5. Perhatikan jadwal perubahan bulan yang bisa kita dapati infonya di banyak tempat, misalnya seperti di bawah ini.

Fase Gerhana Bulan Total

Dengan jadwal ini kita memiliki persiapan dan bisa mengambil gambar perubahan bulan yang menarik, dari bulan penuh atau bluemoon, hingga gerhana, dan kembali lagi. Ambil setiap momen yang nanti bisa ditampilkan satu persatu, atau digabungkan dengan aplikasi edit foto supaya mendapatkan gambar bulan yang bergerak dan berubah.

Puncak gerhana akan berlangsung pada pukul 20.29 WIB dan berakhir pada pukul 21.08 WIB.

Jika kamu melewati peristiwa tersebut, Gerhana Bulan masih bisa disaksikan hingga pukul 22.11 WIB. Diprediksi, gerhana akan benar-benar berakhir pada 23.09 WIB. Jadi, total durasi Gerhana Bulan akan berlangsung selama 5 jam 20,2 menit.

Saat Super Blue Blood Moon berlangsung, ilmuwan mengungkap suhu daratan di Bumi akan menjadi dingin. Perubahan temperatur tersebut ternyata juga akan terjadi di Bulan.

"Saat Gerhana Bulan, temperatur akan berubah drastis. Seolah-olah, Bulan keluar dari oven dan berubah menjadi dingin hanya dalam waktu beberapa jam kemudian," kata Noah Petro, ahli geologi planet dari NASA.

Pada fenomena tersebut, NASA juga akan meneliti perubahan temperatur dari beberapa sisi permukaan Bulan, termasuk meneliti bagian Bulan diselimuti debu hingga 60 kilometer yang disebut Reiner Gamma. 

Selamat berburu foto gerhana bulan, dan jangan segan-segan pamerkan di media sosial. Jangan takut kritik, karena seringkali kritik membuat kita bisa berkarya lebih baik. 

Artikel Terkait

Halo Sobat, sedikit cerita mengenai diri saya, saya adalah hanya seorang penulis amatiran yang mencoba berbagi pengetahuan dari apa yang saya dapat sehari-hari. Pengalaman ini saya tuangkan di tulisan dengan tujuan baik agar pengetahuan dan pengalaman saya ini dapat bisa di pergunakan dan bermanfaat khususnya untuk diri saya pribadi dan umumnya untuk orang lain, sehingga saya beri nama Web saya ini dibalikseo.com yang filosofinya adalah dibalik pengetahuan yang saya dapat.